Custom Search

Thursday, August 19, 2021

PROSA DALAM PROSA

Bagiku ngopi pagi suatu kebiasan yang jadi kebutuhan sejak lama. 
Sejak dua shot double espresso dari arabica gayo Aceh murni yang kureguk setiap ngopi pagi, nikmatnya jadi melambung. Empat shot perasaan espresso lain dari kopi yang sama ditemani almond sangrai,  nikmatnyapun jadi sempurna. 
Di bahteraku ini dalam pelayaran di dunia tak berujung, aku reguk ngopi pagi dalam kenikmatan sesungguhnya, kenikmatan jiwa yang selalu bersyukur. 
Beberapa waktu yang lalu, tiba-tiba segala penjuru cakrawala tertutup sesuatu yang terus mendekati bahteraku dan merubung bahteraku dengan sangat rapat dan sangat padat. 
Tetapi bahteraku terus berlayar tanpa hambatan apa-apa. Arahnyapun tidak bergeser sedikitpun. 
Nikmat ngopi pagiku tak terusik secuilpun.
Pelayaran ini makin asik dan seru.
Aku teliti mereka satu demi satu, regu demi regu, peleton demi peleton, kompi demi kompi, batalion demi balion dan devisi demi devisi sampai ke panglima tertinggi mereka. 
Akupun jadi tahu mereka tidak suka melihat prosa mini yang berjudul AKU BUKAN SEKEDAR NAMA yang aku muat di salah satu layar bahteraku. 
Aku sangat tahu track record mereka dari sepak terjang mereka di dunia tak berujung ini. 
Aku biarkan mereka berbuat apa saja dan sekuat apapun kekuatan yang mereka kerahkan untuk meneggelamkan bahtera ini, tetapi tidak terjadi apa-apa dengan bahteraku sedikitpun. 
Seharusnya mereka tahu bahtera ini dinahodai oleh hati dengan kekuatan cinta beningnya. 
Kemudian aku lihat satu demi satu, regu demi regu peleton demi peleton, kompi demi kompi, batalion demi batalion, devisi demi devisi jatuh terkapar karena ulah mereka sendiri, kemudian larung ditelan semesta yang maha luas sebagai pecundang dalam siksaan dan derita tanpa jeda entah sampai kapan, mungkin selama-lamanya. Tidak ada yang bisa menggapai dan menolong mereka. Tidak juga bisa ditebus dengan apapun dan siapapun, karena itu menjadi ketetapan Rabbku,  Rabb Semesta Alam. 
LARUNG, itulah kata yang membuat seantero warga dunia tak berujung jadi gemetar kengerian ketika terwujud dihadapan mereka. 
Akupun memutuskan memasang layar yang lebih lebar di bahteraku untuk memuat lagi prosa mini AKU BUKAN SEKEDAR NAMA biar terbaca dari segala kejauhan cakrawala. 
Semoga pelayananku makin asik dan seru.

Jatiasih 19 Agustus 2021
JH Alifulhaq.