Custom Search

Friday, October 17, 2025

SINGGASANA SAYANGKU TEMPAT SINGGAHMU

SINGGASANA SAYANGKU TEMPAT SINGGAHMU

 

Aku tinggalkan kamu

Dari pelayaran dan perjalanan ini

Bukan karena aku tidak suka

Marah dan benci

Atau tak sayang kamu

Hanya belum sanggup

Jadi layak menyertaiku

Bila ikut

Derita tak terbayang

Mengintaimu

Dan belum ada kebaikan

Di sisi Rabbku diraih

 

Pelayaran dan perjalanan ini

Meluncur di jalur

Dibentangkan Rabbku

Pilihanku

Jalur setia dan jujur murni

Tak geser serambutpun

Siapapun dan apapun

Menodai dan cemari

Akan tertolak

Dengan cara menyakitkan

 

Jalur ini terbentang

Dalam cinta abadi Rabbku

Mengantar siapapun pilihanNya

Ke puncak keindahan

Dari segala keindahan semesta ini

 

Bila harapmu ingin sertai aku

Dalam pelayaran dan perjalanan ini

Kamu bisa singgah

Di mahligai sayangku

Bukan menetap

Hanya singgah

Buat benahi setia dan jujurmu

Biar jadi murni

Sampai jadi layak

Bersamaku dalam pelayaran

Dan perjalanan ini

 

Pilihan dan ikhtiarmu

Hasilnya akan ditetapkan

Rabb kita.

 

Ya Rabbku

Cinta abadiMu

Segalanya bagiku

Seluruh relung diriku

Kaffah

Istiqomah

Kaffah

Istiqomah

Kaffah

Istiqomah

Lindungi dan pelihara aku

Supaya senantiasa dalam cinta abadiMu

Selamanya

 

 

Maha Suci Engkau ya Rabb kami

Maha Perkasa Lagi Maha Penyayang

 

Jatiasih Agustus 2025

 

JH ALIFULHAQ

 

 

SELAMANYA BERSAMAMU DALAM CINTA ABADI

SELAMANYA BERSAMAMU DALAM CINTA ABADI

Tiap jengkal perjalanan ini

Begitu indah

Tak kulewatkan secuilpun

Kureguk

Karunia Rabbku

Maha Perkasa Lagi Maha Penyayang

 

Aku hanyalah penyair tua

Merasa tetap muda

Dalam wujud dan laku

Serta seluruh relung diri

Senantiasa rindu

Indahnya cinta Rabbku

Maha Mencitai Lagi Maha Dicintai

 

Ya Rabbku

Dalam perjalanan ini

Belum aku temukan

Setia dan jujur murni

Layak kubawa

Dalam cintaMu Maha Agung

Dan tiada tara

 

Tetapi dalam diri ini

Tetap ada syukurku

Atas cintaMu nan abadi

Datang dari keabadian diriMu

Selalu sambut cintaku

Dalam kadar lipat ganda

 

Ya Rabbku

Dambaku tak pernah pudar

Senantiasa bersamaMu

Dalam cinta abadiMu

Indah dari segala keindahan

Puncak dari keindahan di semesta ini

Semoga aku ada dipuncak itu

Selamanya bersamaMu

 

Maha Suci Engkau Rabbku

Maha Mencitai Lagi Maha Dicintai

Maha Perkasa Lagi Maha Penyayang

 

 

Jatiasih Agustus 2025

 

JH ALIFULHAQ 

KAMARKU PUISIKU

KAMARKU PUISIKU

Kuputuskan untuk sendiri di kamar

Tak satupun kubiarkan mengusikku

Disini

Di kamarku

Kapanpun

Kecuali kekasih

Ketika bercinta

Hanya saat bercinta

 

Kutata kamar

Seperti menata kata dan kalimat

Jadi bait dalam puisi

Agak lama

Sedikit rumit

Dalam konsep

Dan gagasan

 

Aku bangun

Dan hadirkan suasana

Cinta menggebu

Dalam pergulatan asmara dahsyat

Seperti gambaran puisiku

Namun belum sampai kureguk tuntas

Sebelumnya

 

GORETAN 

Kamu tahu bukannya aku tidak ingin menjumpaimu.

Kita memendam hal yang sama meskipun kita belum pernah bersentuhan.

Ingat, ketika terakhir kali kita ketemu.

Kita saling menatap tanpa kedip tak ingin lepas.

Ada aura melingkupi kita.

Aura dari gelora dada yang menggempur segala halangan yang ada.

Bagai gelora laut tanpa jeda menyambut badai.

Oh, dahsyatnya gelegak di dada yang kita penjara sekian lama.

Terus menggedor ingin segera menyatu dalam pergumulan penuh sensasi kenikmatan tiada tara.

Pergumulan yang akan melumat kita tanpa sisa dalam permainan cinta tanpa jeda, tanpa kita tahu ujungnya.

Kalau bukan karena semilir dingin dari hati, kita telah ditelan oleh gelora kita sendiri.

Aku tergetar dan menggigil, kamu juga begitu, kemudian kita tersungkur.

Tapi itu terus mendera dan mencabik kita, entah sampai kapan.

Biarlah gelora itu larut bersama perjalanan waktu, kemudian terkubur dalam hati.

Tersisa hanya sebuah goretan disana.

Semoga Allah, Pemilik Cinta Yang Maha Agung mengukuhkan goretan itu.

Sebagai tanda bahwa kita pernah memiliki sesuatu yang luar biasa, sesuatu yang paling indah.

Kemudian akan menjadi milik kita selamanya.

September 2008

JH Alifulhaq.

 

Ya Rabbku

Sudah kutuntaskan

Pergumulan seperti dalam puisiku

Dambaanku sejak lama

Jadi nyata

Begitu indah dan nikmat

Tak terkira

Karunia Rabbku

Syukurku tak terbilang padaMu

Ya Rabbku.

 

Maha Suci Engkau ya Rabbku

Maha Perkasa Lagi Maha Penyayang

 

Jatiasih, September 2025

 

JH ALIFULHAQ 

PUISI DALAM WUJUD

PUISI DALAM  WUJUD

 

Sering kubilang

Puisiku bukanlah khayal

Atau angan

Kisah atau cerita

Dari benak atau imaji

Tetapi peristiwa

Atau kejadian nyata

Menggetarkan hati

Jiwa dan rasa

Jujur pasti

 

Gelora asmara

Menggedor seluruh relung diri ini

Sejak muda, sejak remaja

Dan lebih dini

Tak pernah usai

Dan tak pernah pudar

Juga tak pernah surut

Senantiasa damba

Pergulatan dan pergumulan

Permainan cinta

Senantiasa ingin mendaki

Sampai ke puncak keindahan

Dan kenikmatan

Tiada tara

 

Saat gelora jadi wujud

Dalam permainan cinta

Kadang dia seperti semilir

Di laut tenang berkilau

Di hamparan membentang

Juga seperti sepoi mendesah

Di laut beriak

Dalam pendakiannya

Seperti desir di gelombang laut

Mengalun dan membuai

Di awang-awang

Ketika wujudnya bagai gemuruh

Badai laut

Dia menggempur segala halangan

Dan hambatan

Menuju puncak kenikmatan

Dan keindahan tiada tara

 

Itu satu karunia Rabb Maha Pencipta

Luar biasa indah dan nikmat

Bagi yang sadar akan satu kodratnya

Ditetapkan Allah bagi manusia

Dengan sebutan Al Mar'u

Artinya binatang buas

 

Nikmat dan indahnya gelora

Dalam permainan cinta

Terus terulang dalam perjalanan

Dan pelayaranku di fana ini

Sejak lama

Seperti berulangnya

Nikmat kopi premium dan platinum

Aku reguk tiap pagi dan petang

Rasa dan aromanya

Tak pernah khianati aku

Dalam hal nikmat

 

Ini karunia Rabbku

Kubeberkan dalam puisi

Tetapi puisiku

Bukan sekedar untaian kata

Kalimat dan bait

Dia wujud

 

Bagi yang mampu

Nyelam dalam yang tersirat

Dibalik goresanku yang tersurat

Dia akan sampai pada makna

Dan paham seperti apa

Karunia Rabbku padaku

 

Ini murni dari aku

Penyair tua

Merasa tetap muda

Senantiasa seperti itu

Dalam laku dan wujud

Beberkan nikmat Rabbku

Seperti titahNya

 

Ya Rabbku

Bimbing aku

Ilhami aku

Dalam mengungkap

Segala nikmatMu padaku

Agar tak melampaui batas

 

Maha Suci Engkau ya Rabbku

Maha Perkasa Lagi Maha Penyayang

 

Jatiasih, September 2025

 

JH ALIFULHAQ

 

 

 

PUISI MENDESAK

PUISI MEDESAK

 

Aku jadi geli sendiri

Habis tulis puisi

Tentang gelora asmara

Dan permainan cinta

Muncul puisi selaras

Di hati dan rasa

 

Satu yang kuat

Desak aku

Segera gores dan sebar

 

Dia memang indah

Sangat indah malah

Utuh sempurna

Seluruh sudut dan detail

Sempat terucap

Oh, dahsyatnya

 

Saat hendak kutulis

Tetiba tersadar

Ini gawat

Rahasia perusahaan

Tentang gelora asmara

Dan permainan cinta

Terumbar habis

Seperti membuka pintu

Taman-taman surgawiku

Jadi tempat wisata umum

Dijelajahi siapapun

Setiap jengkal

Dan sudutnya

Tanpa sisa

 

Oh, tidak

Ini sangat pribadi

Bukan untuk umum

Tetapi terbatas

Terbuka hanya

Bagi mereka yang

Jadi bahagian

Pernah jadi bahagian

Atau akan jadi bahagian

Taman-taman ini

 

Judulnya

MENITI PUISI DALAM

PERMAINAN CINTA

 

Tetapi biarlah

Kumasukkan dalam

Daftar pending

Bersama puisi-puisi

Dan prosa-prosa yang

Telah kutulis tidak kusebar

Dan belum kutulis

Dengan beragam alasan

 

Seperti puisi

Tentang seseorang

Tidak kusebar

Takut dia menggelepar

Dalam derita asmara

Tanpa mampu move on

 

Ya Rabbku

Bimbing aku

Agar senantiasa bijaksana

Dalam segala amal perbuatanku

 

Maha Suci Engkau ya Rabbku

Maha Perkasa Lagi Maha Penyayang

 

Jatiasih September 2025

 

JH ALIFULHAQ 

TAWARAN MENGEJUTKAN

TAWARAN MENGEJUTKAN

 

Kita jarang ketemu

Belum lama kenal

Tetapi dekat dalam persahabatan

Kamu bilang aku baik hati

Temanmu katakan begitu juga

Usia kita terpaut jauh

Tak jadi penghalang

Dalam interaksi

 

Aku mendekati tiga perempat abad

Kamu baru seperempat abad

Di hati, rasa dan mataku

Kamu cantik

Sangat putih mulus

Dan kinclong

Sedikit sipit

Ramping semampai

Rambut hitam panjang terurai

Masih gadis

Tipe idealku

 

Tetapi tak pernah aku rayu kamu

Apalagi gombalin

Aku butuh persahabatan indah

Tulus dan jujur

Tanpa prasangka apa-apa

Tanpa pendam apa-apa

 

Suasana antara kita

Tetiba berubah

Tanpa awal

Tanpa pembuka

Kamu tawarkan diri

Jadi isteri keduaku

Aku terkejut

Begitu tiba-tiba

Tak kusangka

Tak kubayang

Tawaran ini

 

Kutatap wajahmu

Kesungguhan tak terbantah

Dengan ekspresi bergelut

Melawan malu

 

Aku tercenung dan termenung

Bukan karena takut isteri

Dia pernah melamar teman bisnisku

Untuk bergabung dalam bahtera kami

Jadilah satu cinta dua kekasih

Dalam satu bahtera

Pelayaranpun jadi jauh lebih indah

Dan lebih nikmat tak terbayang

Dalam pergumulan permainan cinta

 

Ini akan dibilang dongeng

Kalau aku ungkap kebenarannya

Kenapa

Kebanyakan manusia yakin

Cinta itu milik mereka

Memahami dan menghayati

Dengan pikiran dan perasaan

Hasilnya dugaan

Bukan realitas

Rentan tercemar

Campur aduk dengan konotasi

Berbagai keburukan yang dilebelkan

Pada cinta

 

Bagiku cinta itu milik Rabbku

Karunia Rabbku atas kasih sayangNya

Kupahami, kuhayati dan kulakoni  cinta

Atas dasar pengajaran pemiliknya

Rabbku

Aku pahami dengan hati

Tidak selain itu

Sebab Allah Ta'ala tegaskan

Pahami ayat-ayatNya dengan hati

Termasuk ayat-ayat tentang cinta

Maka cintaNya Dia kukuhkan

Dalam jiwaku

Terus menerus Dia sempurnakan

Jadi cinta bening

 

Menanggapi tawaran si gadis

Tempatkan aku pada posisi sulit

Dalam tanya begitu banyak

Dan rumit

Dia tidak sebut kata cinta

Dasar alasan penawarannya

Hanya merasa akan bahagia

Apa dia pikir ada cinta

Dalam bahagianya

 

Banyak hal kupertimbangkan

Membuat aku tak tega sama si gadis

Kutolak tawarannya

Dengan kalimat

"Aku takut tidak bisa bahagiakan kamu "

Dia kecewa

Tapi dia paham ini

Demi kebaikannya

 

Ini pengulangan peristiwa masa silam

Tetapi dulu ditolak seperti ini

Malah ancam bunuh diri

 

Komentar menantu perempuanku

Tentang tawaran ini

"Papah terlalu baik pada cewek

Tak heran endingnya akan seperti itu".

 

Mungkin ada benarnya

Tetapi apakah aku harus turunkan

Kualitas kebaikanku

Biar tak terulang

Tidak

Itu pilihan yang buruk

Kebaikanku datang dari Rabbku

Karunia Dia

KetetapanNya kebaikan

Akan menghapus keburukan

 

Ya Rabbku

Aku tak mampu bersyukur

Sepadan dengan karuniaMu

Melimpah padaku

Ampuni aku

Sempurnakan syukurku

Agar terus menanjak

Menuju tingkat padanan karuniaMu

 

Maha Suci Engkau ya Rabbku

Maha Perkasa Lagi Maha Penyayang

 

Jatiasih, September 2025

 

JH ALIFULHAQ 

CITA-CITA YANG KANDAS

CITA-CITA YANG KANDAS

Aku pernah punya isteri kedua

Isteri pertama yang lamar

Dia teman bisnisku

 

Kami hidup dalam ikatan keluarga

Indah dan harmonis

Lebih indah dari sebelumnya

 

Itulah karunia Allah

Tak dipahami banyak orang

Sebab pahaminya hanya dengan rasa

Dan pikiran

Serta prasangka

Bukan dengan hati

 

Cita-citaku pengen punya anak lagi

Hendak kudidik sendiri

Sejak usia sangat dini

Jadi pewaris

Atas segala yang diajarkan Rabbku

Padaku sejak usia sangat dini

Segala upaya sepuluh tahun

Tidak buahkan hasil

Cita-citaku kandas

Akhirnya indah dan bahagia itu

Tenggelam dalam harap yang tak pernah tiba

 

Mungkin Rabbku

Tak ingin karuniaNya padaku

Diwariskan ke siapapun

Atau ada kehendak lain dariNya

 

Bisaku hanya ridho dalam sabar

Terima segala ketetapanNya

 

Maha Suci Engkau ya Rabbku

Maha Perkasa Lagi Maha Penyayang

 

 

Jatiasih, Oktober 2025

 

JH ALIFULHAQ 

APA MAKNA DIBALIK MIMPI INI

APA MAKNA DIBALIK MIMPI INI

Jujur

Kamu telah kutanggalkan

Dari seluruh relung diri ini

Sampai jejakmu

Sebab jujurmu tak ketemukan

Jadinya tidak ada kebaikan

Disisi Rabbku.

 

Jujur itu

Tinggi nilainya

Bagiku sejak usia dini

Jangan salahkan aku

Sangat benci tak jujur

Sampai kini

Alasan apapun

 

Tetapi entah kenapa

Rabbku menghadirkan kamu

Di mimpiku

Dalam sosok ideal

Dari sisiku

 

Muncul dengan rindu menggebu

Penuh sayang

Kamu damba pelukanku

Kitapun larut

Dalam eratnya pelukan

Lepaskan rindu

Yang terpenjara sekian lama

Sayangku tak bisa ditawar

Meliputi seluruh relung dirimu

 

Aku tak tahu makna ini

Hanya tanya

Menggantung di awang-awang

Tetapi satu jawaban yang menggoda

Berupa tanya

Inikah sisi idealmu

Dambaanku

 

Maha Suci Engkau ya Rabbku

Maha Perkasa Lagi Maha Penyayang

 

 

Jatiasih, 17 Oktober 2025

 

JH ALIFULHAQ 

Thursday, July 17, 2025

OH, KELAMNYA KAMU

OH, KELAMNYA KAMU

                        elegi buat sahabatku

                        bukan khayal, cerita

                        atau kisah

                        tetapi peristiwa

                        menggoresnya

 

               1

 

 

Begini sedih aku kini

Menatap batas cakrawala

Dari jendela lantai atas rumahku

 

Di ujung senja seperti ini

Kamu sering tiba disini

Di rumahku ini

Habis kantoran

 

Saat ini

Kelam malam

Sedang jemput jingga senja

Bayangmu muncul disana

Seperti kelamnya malam

 

Mengapa kamu sering hadir

Seperti ini

Menjelang kelam malam

Apakah kamu ingin aku

Ikut dalam kelammu

 

Atau adakah ini tanda

Sesuatu yang sangat berharga bagiku

Kamu pendam sejak kenal pertama

Waktu kuliah dulu

Tak sanggup kamu ungkap

Sampai akhir perjalananmu

Di ujung fana ini

Oh, sedih dan sedihnya

Saat seperti ini

 

                   2

 

Ada noktah di hati ini

Hanya noktah

Sarat akan rekaman peristiwa

Tentang kamu

Tentang kita

Saat suka

Dan saat hatimu luka

Tercabik

Kemudian jadi kelam

Kamu bawa sampai ajal

Tinggal aku pendam

Dalam diam dan sedih

Luruh dan luluh

Oleh kelam yang tak usai

Entah sampai kapan

Oh, begini sedih

Begini dalam kelam ini

 

Ya Rabbku

Semoga Engkau bukakan

Hikmah dibalik kelam

Dan sedih ini

 

                 3

 

Puluhan tahun silam

Rasanya baru kemarin

Berdua kita

Di senja nan lembut

Sambil cerita

Susuri jalan Thamrin

Dari kampus ke Merdeka Barat

Tempat RRI Jakarta

Hiruk pikuk pusat kota

Dan deru kendaraan

Tidak mengusik cerita kita

Kemudian

Berdua kita baca puisi

Di siaran langsung

Dalam acara Panorama Sastera

Yang aku asuh

Suara desahmu nan syahdu

Masih terasa bagai gaung

Sampai kini

Penggalan indah yang tak pupus

Dan tak usang

Juga tak lekang

Dari jejak perjalanan kita

Jadilah sedih ini makin dalam

Oh, kelamnya makin pekat

Tetapi

Aku tak ingin tenggelam

Sampai dasar kelammu nan pekat

 

Ya Rabbku

Semoga garis takdirku

Tidak berujung disitu

 

                      4

 

Meski kamu introvert

Jarang bicara dan tertutup

Sulit ditebak

Hanya senyum malu reaksimu

Tetapi padaku kamu curhat

Semuanya tanpa sisa

Namun tak ada ungkapan

Dan ikrar apa-apa

Antara kita

Tentang cinta dan sayang

Meski begitu dekat dan akrab

Hanya akrab dalam laku

 

Kamu cerita

Cowok kakak senior di kampus

Setiap pagi siap dengan sepeda motornya

Di rumahmu

Ngajak berangkat kuliah bareng

Dan pulangpun begitu

Sekian bulan pertama

Kamu tolak keras

Dan kasar dengan makian

Tetapi dia kukuh tidak peduli

Muka badak

Setiap pagi selalu hadir di rumahmu

Kamu yang tangguh

Dan kukuh bagai cadas

Lama-lama runtuh dan luluh

Karena kasihan

Maka jadilah hari-harimu

Bersama dia

Sampai tamat kuliah

Tetapi itu berakhir

Jadi awal kelammu

Yang tak pernah usai

Sampai kembali ke Rabbmu

Oh, kelamnya kamu

Sedihnya aku

 

                      5

 

Kamu idola

Di kampus

Banyak teman pria

Dambakan cintamu

Sebab kamu cantik, lembut dan manis

Serta pemalu

Perilaku halus bagai laut tenang

Tanpa riak

Membentang penuh kemilau

Senyummu manis

Meski kalau ketus

Satupun tak kamu sambut

Cintanya

Kecuali satu karena terpaksa

Dan kasihan

 

Lima tahun kita tak ketemu

Aku pulang kampung

Tugas disana

Nikah dan punya anak

Kamu tugas di Jakarta

 

Kembali ke Jakarta untuk tugas

Kudapati kamu masih sendiri

Sedang pacarmu waktu kuliah

Nikahi wanita lain

 

Terbersit iba saat kutahu

Hanya kupendam

Tak kuungkap

Takut mengorek lukamu

Alasan sama aku tak tanya

Kenapa seperti itu jadinya

Oh, begitu kelamnya kamu

Tetapi senyummu masih manis

Seperti dulu

Lembut wajahmu tak polos

Seperti waktu kuliah

Ada misteri

Bayangan kelam hatimu membatu

Ini ironimu

Ibakupun hendak cabik hati dan rasa

Kenapa kelammu hantui aku

Jadikan aku sedih

Sedih dan sedih

Begitu dalam sedih ini

Oh, kelamnya kamu

Kenapa seperti itu

Akhir kasihmu

Ujung cintamu

 

Ya Rabbku

Apakah ini garis nasib

Yang dia pilih

Dari apa yang Engkau bentangkan

Dihadapannya

Kemudian Engkau tetapkan

Jadi takdirnya

Hanya ampunanMu baginya

Kumohon padaMu

 

                            6

 

Kamu sering ke rumahku 

Akrab dengan isteri dan anak-anakku

Ngobrol berdua kita

Di kamar kerjaku

Akrab seperti waktu kuliah

Tak ada yang beda

Masih seperti dulu

 

Ceritamu  bikin aku geli dalam iba

Laki-laki teman kuliah dulu

Beberapa dari mereka

Kamu usir ketika terlalu larut

Bertamu ke kamu

Di hotel tempat kamu nginap

Saat tugas di daerah

Ada isyarat kamu tangkap

Masih bersemi dambakan cintamu

Sejak masa kuliah

Aku tahu

Hatimu terlalu kelam

Untuk sambut itu

Aku terenyuh dengarnya

Hatimu beku

Trauma cinta palsu

Membalut dendam

Sekian lama

Ingin aku ratapi kamu saat itu

Tetapi aku takut kamu ledek

Dianggap cengeng

Tak pas dengan diriku

Yang kamu akrabi

Tegar, tangguh dan tahan banting

Tetapi kamu tidak tahu dibalik itu

Aku melankolis

Jadilah aku tak henti

Memendam sedih

Sebab noktah di hati

Tidak pernah pudar

Munculkan rekaman peristiwa

Suka dan duka kamu

Suka dan duka kita

Oh, kelamnya kamu

Menbawaku tenggelam dalamnya

 

Ya Rabbku.

Semoga Engkau membukakan

Hikmah petunjuk bagiku

Dibalik kelam ini

Dalam perjalananku

Menapaki jejakMu

Di fana ini

 

                           7

 

Suatu ketika kamu ke kantorku

Hanya tegak disampingku

Aku lagi sibuk nulis selesaikan tugas

Tidak mau duduk kamu

Isyarat mau buru-buru

Kalimat pendek terlontar darimu

"Ikut gue".

Ekspressimu serius, tegang dan panik

Aku tak tega tanya

Kamupun tak suka aku tanya

Saat kamu seperti itu

 

Kamu ajak aku

Ke rumah sakit

Tempat adik bungsumu

Melahirkan tiga hari sebelumnya

Napasnya satu dua menuju sekarat

Kamu katakan

Seperti itu keadaan ibumu

Sebelum tiada di rumah sakit

Tak lama setelah melahirkan si bungsu

Pertolongan medis tidak mempan

Itu terjadi juga pada adikmu

Aku yakin ini kasus nonmedis

Beberapa menit kutangani

Adikmu sembuh seketika

Kamupun lega dan senang

Tak ada ekspressi berlebihan darimu

Hanya terasa kamu lebih dekat

Denganku setelah itu

Tetapi kelam

Dibalik lembut wajahmu

Tetap mendera aku

Dalam sedih

Oh, kelamnya kamu

Akupun tenggelam lebih dalam

Dalam kelammu

 

Ya  Rabbku

Apakah ini penggalan garis takdirku

Kalau memang begitu

Aku mohon

Semoga ini jadikan lebih jelas

JejakMu yang aku buru

Dalam perjalananku

Di fana ini

 

                        8

 

Mulanya aku tak sadar

Ada badai mengintai

Dalam sunyimu

Dihadapanku kamu duduk menunduk

Di kamar kerjaku

Tingkahmu lain

Tidak biasa

Sejenak menatapku

Kemudian menunduk

Dalam diam agak lama

Aku hanya tatap kamu

Penuh penasaran

Tetapi tidak ingin usik

Dengan tanya hanya tunggu

 

Dibalik diam dan nunduk

Sekian lama

Kamu bicara setengah berbisik

"Aku sudah dapat calon suami "

Kemudian kamu tatap aku

Seperti tanya

Aku ngangguk pelan tanda senang

Kembali kamu diam dalam nunduk

Lebih lama agak ragu

Kemudian seperti berbisik

"Tetapi dia laki-laki tua beristeri

dan beranak"

Kembali kamu tatap aku

Senyum bahagiaku dengarnya

Satu kalimat kukatakan

"Yang penting saling cinta dan

bisa bahagia"

Wajahmu jadi ceria dengan senyum

manis malu

Kemudian rona wajahmu berubah

Menunduk dalam diam

Cukup lama dan berbisik agak samar

"Dia tidak seiman denganku"

Gelenganku tak henti

Isyarat tak setuju

Bisikanmu bagai gledek bagiku

Aku sangat takut pada Rabbku

Kalau aku setuju

Kamu tatap aku tajam

Marahmu terpancar diwajahmu

Saat kujelaskan dasar sikapku

Kamu tak terima

Tetapi aku kukuh

Kelam wajahmu makin pekat

 

Oh, kenapa seperti ini caranya

Kamu letakkan beban pilihanmu

Di pundakku

Mungkinkah ini isyarat

Atau amsal buatku

Dari apa yang kamu pendam

Sejak lama

Tak sanggup kamu ungkap

Secara terus terang

Selama kebersamaan kita

 

Kemudian kamu menjauh dariku

Sekian tahun tanpa kabar

Hanya citramu sering muncul

Dari noktah di hati

Seperti kesan tak utuh

Dalam kelam

Diliputi misteri tak tersingkap

Sampai kini

Tapi ini jadi akar

Sejuta tanya tak terjawab

Dalam senyap yang kelam

Oh, dalamnya sedih yang kupendam

Hendak mencabik hati dan rasa

Tetapi Rabbku tidak biarkan aku

Tersungkur sampai terkapar

Oh, kelamnya kamu

Jauhnya kamu

 

                           9

 

Suatu siang adikmu telepon

Kabari aku kamu sakit

Kujenguk kamu di Rumah sakit

Aku lihat gelagat

Kamu tak ingin ketemu aku

Kelam di wajahmu sangat pekat

Dan marahmu mengendap

Di dasar kelam

Dalam hati yang membatu

 

Akupun baca tanda

Saatnya kamu ingin pergi selamanya

Bawa serta kelammu

Hanya guman di hati

Penuh sedih

Kenapa kamu pilih akhir

Seperti ini

Tetapi tak ada yang aku sesali

InI marni pilihanmu

Dari garis nasib

Yang dibentangkan Rabbmu

Dihadapanmu

Hanya dukaku mendalam

Tidak kutahu entah sampai kapan

Dan dimana ujungnya

 

Ya Rabbku

Jangan biarkan aku tenggelam selamanya

Dalam dasar pekat kelamnya dia yang telah tiada

Cukup Engkau jadi pelindungku

Dan penolongku

 

Maha Suci Engkau Rabbku

Maha Perkasa Lagi Maha Penyayang

 

 

Jatiasih Juni-Juli 2025

 

JH ALIFULHAQ

 

 

 

Friday, July 11, 2025

KUPELUK KAMU DALAM DO'A

KUPELUK KAMU DALAM DO'A

Saat aku merenung

Dalam kelam

Sendiri di kamar

Suatu malam

Kamu telepon

Kebetulan nan tepat

Pertama kamu lakukan

Sejak kita kenal di maya

Hanya di maya belum di fana

 

Pancaran sayang nada bicaramu

Menghalau kelamku sejenak

Rasanya seperti respon sayangku padamu

Sebab sayangku padamu tak berubah

 

Lumayan lama kita ngobrol

Bahagiaku mulai bersemi

Di dasar kalbu

 

Tanggapanmu atas puisiku

KUPELUK KAMU DALAM KATA

Malah harapmu puisiku

KUPELUK KAMU DALAM DO'A

 

Ini kutunai harapmu

Buatmu saysngku

 

Di malam bening

Ketika kutadahkan dua tanganku

Pada Rabbku menghadap langit

Saat munajad yang dalam dan kuat

Kurasakan kamu dalam pelukan sayangku

Rasa ini bukan khayal atau angan

Tetapi peristiwa di dimensi lain

Dari semesta ini

Tempat jiwa-jiwa makhluk

Berinteraksi satu sama lain

 

Disana

Jiwamu yang sepadan

Dalam pelukan sayang jiwaku

Padanannya juga

Seperti kuungkap dalam puisi

KUPELUK KAMU DALAM KATA

Tetapi itu belum cukup bagimu

Harapmu padaku

Aku kukuhkan dengan do'a

Kemudian

Kubawa kamu

Dalam pelukan sayang

Ke suatu tempat sakral di semesta ini

Satu dari jejak Rabbku

Berdua kita sujud khusu' disitu

Aku menyeru

"Ya Rabbku, aku sayang dia

Dan diapun begitu.

Aku mohon kukuhkan sayang kami

Senantiasa dalam pelukanku

Dengan ikatan sayangMu

Hanya Engkau yang bisa

Sebab Engkau Rabb kami

Maha Perkasa Lagi Maha Penyayang

Berkati kami dalam mereguk

Nikmat dan indahannya

Samudera sayang tak bertepi

Yang Engkau bentangkan

Di semesta ini "

 

Dengan izin Rabbku

Kubawa kamu ke gerbang firdaus

Tempat samudera sayang tak bertepi

 

Sayangku

Lakon dalam munajad ini

Bukanlah khayal atau angan

Tetapi diri kita tanpa raga

Tidak ada satupun yang bisa buyarkan

Ikatan sayang ini

Kecuali Dia sendiri

Rabb kita

Rabb Semesta Alam

 

Maha Suci Engkau Rabb kami

Maha Perkasa Lagi Maha Penyayang

 

 

Jatiasih Juli 2025

 

 

JH ALIFULHAQ

 

KUPELUK KAMU DALAM KATA

KUPELUK KAMU DALAM KATA

Begini lelah dan letih hati ini

Juga jiwa dan rasa

Memendam sedih dalam kelam

Sampai terlelap peluk guling

Sendirian di kamar

 

Sepertinya aku tersambung

Dengan goresan puitis indahmu

Saat muncul di maya

Bangunkan aku tengah malam

Dari lelapku

 

Kamu beber beban

Dan derita menderaku

Kamu tutup goresanmu

Tawaran dirimu

Untuk kupeluk dalam kata

 

Rasanya tak sendiri lagi

Di kamar saat ini

Dalam diamku

Di senyap dalam kelam

Kamu hadir dalam pelukan sayangku

Wujudmu kata atau puisi

Derita dan bebanku

Mungkin akan sirna

 

Bagiku kata dalam puisi

Realitas dari hati, jiwa

Dan rasa

Bukan khayal, angan

Atau imaji

Maka puisiku adalah aku

Tanpa raga

 

Pelukanku padamu adalah realitas

Meskipun dalam kata

Dirimu yang kupeluk

Realitas dari hati, jiwa dan rasamu

Tempat lelapnya sejuta puisi

Terpenjara dalam dirimu

Sejak lama

 

Pelukan ini begini indah

Menggetarkan relung diri ini

Rasanya bagai di gerbang firdaus

Dibentangkan Rabbku

Di Semesta ini

Sebagai samudera sayang

Tak bertepi

 

Semoga ini awal episode

Perjalananku di fana

Akan melepaskan aku

Dari sedih dan kelam

 

Maha Suci Engkau Rabbku

Maha Mencintai lagi Maha Dicintai

 

Jatiasih Juli 2025

 

JH ALIFULHAQ

 

NYATAKAH ATAU HANYA MAYA

NYATAKAH ATAU HANYA MAYA

Ketika sedihku seperti ini

Meredamnya bukan di sunyi nan sepi

Bukan juga di maya

Yang kaya akan pesona

Tetapi di tempat aku duduk

Sendiri saat ini

Di mall seperti ini

Tidak terusik

 

Ketika sedihku seperti ini

Ada sspaan

Darimu

Di maya

Adakah ini nyata

Yang diungkap di maya

Atau hanya maya

 

Kukatakan padamu

Sedihku ini

Nyata di hati dan rasa

Bukan maya

Hanya kuungkap lewat maya

Meredamnya di fana

 

Saat sedih seperti ini

Aku ingat titah Rabbku

Jangan takut dan jangan sedih

 

Maha Suci Engkau Rabbku

Maha Pelindung

Maha Belas Kasih

 

Galaxy Bekasi

 

Juni 2025

 

JH ALIFULHAQ

 

Tuesday, June 24, 2025

TITISAN CAMPA

TITISAN CAMPA

Saat aku nongkrong di mall

Saat ini

Tetiba ingat kamu

 

Bukannya aku tidak mau sambut

Dan tanggapi

Baris-baris puitis nan indah

Dari kamu

Kayaknya

Itu bukan dari hatimu

Dan rasamu

Tetapi citra titisan Campa

Putri Campa

Hendak dominasi

Khayal dan anganku

Mungkin kamu tahu

Kenapa seperti itu

 

Sudah lama aku abaikan

Cara hadir semacam itu

Sebab jadikan aku tersesat

Dalam rimba yang tak jelas

 

Ya Rabbku

Hanya bimbinganMu

Yang membuat aku

Tidak tersesat

 

Maha Suci Engkau Rabbku

Maha Mengetahui segala sesuatu

 

Galaxy Bekasi, Juni 2025

 

 

JH ALIFULHAQ

 

KELAM

KELAM

Lagi tulis puisi

Tentang kelam

Tetapi ragu rampungkan

Takut lama tenggelam

Dalam kelam

Bila ingat

Atau baca puisinya

 

Ini bukan khayal

Cerita atau kisah

Tapi peristiwa

Aku ada dalamnya

Bahagian lintasan

Dan denyutnya

Di masa silam

 

Ya Rabbku

Lindungi dan pelihara aku

Supaya tidak tenggelam

Dalam kelamnya dia yang telah tiada

 

Maha Suci Engkau Rabbku

Maha Perkasa Lagi Maha Bijaksana

 

Jatiasih Juni 2025

 

JH ALIFULHAQù

GORESAN YANG KUBATASI

GORESAN YANG KUBATASI

Kukuh aku

Tidak tulis puisi buatmu

Tentang cinta dan rindu

 

Bila kutulis

Dia akan datang padamu

Seperti semilir mengelus lembut

Penuh sayang tak terbayang

Bisa juga bagai desahan

Di rasa

Hati dan jiwa

Romantis menggoda

Bangkitkan gelora gairah

Meletup tak tertahan

Atau gaung tanpa putus

Menggema dan getarkan

Seluruh relung dirimu

Kadang bagai badai laut dahsyat

Menggempur tanpa ampun

Sampai kamu menggelepar

Dan terkapar

 

Sebab puisiku bukanlah khayalan

Imaji atau ilusi

Tetapi aku tanpa raga

Kekuatan cinta bening meliputi

Datang menyapa

Dan mengusik sejuta puisi

Terpenjara dalam lelap panjang

Dan lama dalam dirimu

 

Bila mereka terbangun

Oleh puisiku

Akan terjadi gejolak

Dan makar dalam dirimu

Menggelegak tanpa jeda

Hendak meledak

Dalam kungkungan dirimu

Itu akan menyiksa

Dan mencabik kamu

Entah sampai kapan

 

Aku tak ingin itu terjadi padamu

Biarlah kamu seperti itu adanya

Tidak akan kuubah

Dengan cara apapun

Atas seleraku

Kecuali kamu sendiri merubah

Atas kemauanmu

Supaya mampu sambut dan peluk

Puisiku dalam haribaanmu

 

Sayangku padamu tak berubah

Senantiasa jaga dan pelihara

Harmoni antara kita

Apapun terjadi

 

Aku takut puisiku

Dholimi kamu

Maka azab Rabbku

Akan menimpaku

 

Maha Suci Engkau Rabbku

Maha Mencintai Lagi Maha Dicintai

 

 

Jatiasih Juni 2025

 

JH ALIFULHAQ

 

Thursday, June 5, 2025

SI PENGGODA CINTA

SI PENGGODA CINTA

Begitu syahdu rasanya  pelayaran ini

Di samudera yang membisu

Layar telah kugulung

Bahtera terus kukayuh

Masih mati angin

Senandung tentang rindu

Tak henti aku lantunkan

Ditingkahi gemercik air

Dibelah bahtera

 

Rasa dan hati begitu bening

Dan berbinar

Seperti kemilau laut

Dan bening yang maha luas

Tanpa riak

Berbatas cakrawala

Sedang kuarungi

 

Bahtera meluncur lembut

Sangat mulus

Bagai dalam dekapan sayang

Penuh kasih dan cinta

Oh, indahnya merasuk

Ke seluruh relung diri

 

Saat nikmat seperti ini

Hanya satu yang kuingat

Syukurku pada Rabbku

Seperti titahNya

Setiap aku bicara padaNya

Sejak usia sangat dini

Syukur dan terus bersyukur

Biar Dia lipat gandakan nikmatNya

 

Suasana syahdu

Buyar ketika diusik siulan indah

Burung putih seperti menyapaku

Terbang di sisi kiri bahtera

Lantunan kuhentikan

Menatap dia

Langsung  hinggap diatas haluan

Tebar pesona cantik dan indah

 

Diapun nyanyi dalam nada

Dan irama syahdu mendayu

Kadang sendu

Tentang cinta suci nan tulus

Dan rindu mendera

 

Rasa dan hati sempat hanyut

Aku tersadar ketika nyanyiannya

Minta aku balik haluan

Jemput cinta dan rindu yang dia nyanyikan

Ingin ikut dalam pelayaranku

Tetapi tak sanggup kejar

Laju bahtera

 

Aku jadi ingat

Rasanya kukenal dia

Aslinya tidak putih bulunya

Tetapi hitam

Sesuai rindu yang dia usung

Gulita bukan rindu yang benderang

Dia penggoda cinta

Malang melintang

Di dunia maya

 

Pelayaran ini

Dinahodai cinta bening

Dalam diriku

Mana mungkin aku rubah

Arah dan jalurnya

 

Aku tidak mengusirnya

Ketika aku lantunkan kembali

Senandung rindu

Tentang pulau dan daratan tujuan

Hamparan harapan yang dibentangkan

Rabbku diatas gambaran surgawi

Air bening dan jernih

Mengalir di lembah

Antara bukit dan lereng

Hijau pepohonan nan teduh

Ada cinta yang menanti disana

Diapun tinggalkan bahtera

 

Begitulah cara Rabbku

Melindungi dan memelihara aku

Dari godaan seperti itu

Dengan cinta bening dalam diriku

Karunia dariNya

 

Maha Suci Engkau ya Rabbku

Maha Mencitai Lagi Maha Dicintai

 

Jatiasih Mei 2025

 

JH ALIFULHAQ

 

PARASIT CINTA

PARASIT CINTA

Terbersit sedikit sedih

Tidak pedih

Tak ada iba

Juga tidak tercabik

Ada yang larung

Di samudera yang maha luas

Dari bahtera ini

 

Laut tadinya rata tanpa riak

Bening dan kilau

Mulai bergolak

Mungkin ini cara laut

Sambut sesuatu tak dia suka

Yang larung barusan

 

Mulanya kukira

Cinta yang larung

Makanya aku agak sedih

Rupanya hanya parasit cinta

 

Sang nahoda pelayaran ini

Cinta bening

Tidak ingin ada parasit seperti itu

Di bahtera

Hanya cinta sejati dia izinkan ikut

Dalam episode pelayaran ini

 

Tak terbayang seperti apa

Nasib parasit cinta yang larung

Ditengah ganasnya

Samudera luas

 

Hanya nasehat dariku

Kalau kamu mau selamat

Lebih rendah sujudmu

Dalam tobat penuh harap

Ampunan Rabbmu

Agar sarang parasit cinta

Dalam dirimu

Sirna tanpa sisa

Hanya cinta sejati yang bertahta

Dan akan berpadu

Dengan cinta dambaanmu

 

Maha Suci Engkau ya Rabb kami

Maha Pengampun Lagi Maha Dicintai

 

Jatiasih Mei 2025

 

JH ALIFULHAQ

 

HARGA BUAT SEBUAH HARMONI

HARGA BUAT SEBUAH HARMONI

Ku akui aku agak surut

Darimu dalam kurun sejenak

Belakangan

Bukan mau bikin kamu luka

Juga bukan aku pengecut

Atau ragu dan tinggalkan kamu

Tetapi buat sebuah harmoni

 

Semisal kamu maju dua langkah

Atau mundur sekian langkah

Aku hanya imbangi

Tidak lebih dan melampaui batas

Hanya pelihara keseimbangan

Dalam suatu harmoni indah

 

Kutegaskan lagi

Seperti apapun

Dan bagaimanapun kamu

Sayangku padamu tak berubah

Begitu juga apapun laku

Dan sikapku tidak mengusiknya

Dia senantiasa jaga

Dan pelihara harmoni

Antara kita

 

Begitu banyak pelajaran

Dari Rabbku dalam hidupku

Dan sering berulang

Segala yang berlebihan

Dan melampaui batas

Selalu berakhir buruk

Misalnya dalam cinta

Sayang dan setia

Selalu akhirnya menyakitkan

Dan luka

Aku tidak ingin ini terualang

 

Rabb Semesta Alam

Perintahkan kita

Menatap dan melihat

Semesta ciptaanNya

Semua bergerak

Dalam keseimbangan

Penuh harmoni nan indah

 

Gunung yang kita lihat diam

Hakikatnya bergerak

Itulah bahagian rahasia ilmu disisiNya

Diungkap dalam Al Quran

 

Tidak ada yang mutlaq dalam nilai

Tidak juga ada yang diam

Semua bergerak dalam keseibangan

Penuh harmoni nan indah

Selalu dalam nilai tidak tetap

Atau relativitas kata Ein Stein

 

Ledakan bintang

Tsunami dan letusan gunung berapi

Hanya chaos sementara

Menata keseimbangan baru

Demi harmoni lebih indah

 

Begitulah cara pemilik Semesta Alam

Sempurnakan dan pelihara

CiptaanNya

Seperti itu harusnya kita tata

Dan pelihara hidup ini

Biar selalu dalam harmoni terbarukan

Senantiasa tumbuh lebih indah

Terus menerus

Dan akan jadi nikmat yang tak usang

 

Sayangku

Apabila kamu terluka

Oleh ulahku

Itulah harga untuk sebuah harmoni

Hanya syukur lebih dalam

Pada Rabbmu atas indahnya harmoni ini

Akan sembuhkan lukamu

 

Maha Suci Engkau ya Rabb kami

Maha Pemurah Lagi Maha Belas kasih

 

Jatiasih Mei 2025

 

JH ALIFULHAQ

 

Wednesday, May 21, 2025

KUTINGGALKAN KAMU DI JEJAKKU

KUTINGGALKAN KAMU DI JEJAKKU

Bukannya aku tak sudi

Atau tolak kamu

Ikut dalam pelayaran

Dan perjalanan ini

 

Bagaimana mungkin

Kamu bisa jamah aku

Hanya menatapku sebagai imaji

Ilusi dan khayalan

 

Di puisi AKU DAN PUISIKU

Sudah kukatakan

Puisiku adalah aku tanpa jasad

 

Imaji, ilusi dan khayalan

Telah lama kutanggalkan

Dan kutinggalkan di jejak

Jauh dibelakang pelayaran

Dan perjalanan ini

Rabbku perintahkan seperti itu

Biar tidak nyasar dan tersesat

 

Kutinggalkan kamu disana

Penuhi pilihanmu

Asyik dalam keindahan

Dan pesona khayalan

Ilusi dan imaji

Temani sendirimu

Entah sampai kapan

 

Tetapi itu bukan nasib

Murni pilihanmu

Mungkin sampai kamu bawa mati

 

Bagiku perjalanan dan pelayaran ini

Sakral dan nyata

Menuju hamparan harapan

Dibentangkan Rabbku

Abadi dalam bahagia

Indah nikmat surgawi

Tiada tara

 

Maha Suci Engkau Rabbku

Pemilik Karunia Tak Terhingga

 

Jatiasih Mei 2025

Monday, May 19, 2025

KETIKA SAMUDERA JADI BISU

KETIKA SAMUDERA JADI BISU

Pelayaran  ini jadi lain

Tidak seperti yang kumau

 

Bahtera terhenti

Di hamparan samudera maha luas

Rata tanpa riak

Awan tak muncul sejumputpun

Terik mentari terasa garing

Sang bayu entah kemana

Jadi mati angin

 

Semua diam

Beku seperti mati

Tak ada gelora

Jiwapun jadi layu

Samudera seperti pendam pedih

 

Bukan ini yang kumau

Pelayaran ini bukan tentang

Kisah sedih dan pedih

Tentang luka dan duka

Tetapi tentang rindu

Dan cinta membara

 

Bagiku

Samudera seperti ini

Tidak layak jadi kisah atau ceritaku

Bukupun kututup

 

Tak sudi aku hanyut

Dalam pedihnya samudera

Layar kugulung

Bahtera kukayuh

Sambil senandung tentang rindu

Pulau dan daratan tujuan

Hamparan harapan terbentang

Diatas gambaran surgawi

Sungai bening dan jernih

Mengalir di lembah

Antara lereng dan bukit

Hijau pepohonan nan teduh

Dan ada cinta menanti disana

 

Semua karunia Rabbku

Seperti janjiNya

Ganjaran syukurku padaNya

 

Maha Suci Engkau ya Rabbku

Maha Belas Kasih 

 

Jatiasih Mei 2025

 

JH ALIFULHAQ