Custom Search

Wednesday, April 2, 2025

KETIKA RAGA PROTES

KALAU RAGA PROTES

Tersadar aku

Ketika langkahku limbung

Rupanya raga protes

Lama aku abaikan dia

 

Selalu terulang

Selama aku larut dalam menulis

Raga terabaikan

Lupa sebab asyik dengan hati, rasa dan angan.

 

Raga dambakan pengembaraan asyik

Menapaki bumi

Bukan terkurung dalam kamar

 

Kuliner dalam ragam rasa dan aroma

Nikmat dan enak

Raga butuh juga

Sambil nongkrong

Di tempat indah dan nyaman

Saat mereguknya

 

Raga juga rindu sentuhan

Dan elusan lembut serta halus

Dengan aroma harum dan wangi

Penuh sensasi segar

Dalam rawatan

Hingga jadi muda

 

Raga tak nyaman dengan kapalsuan

Begitu banyak di layar hp dan laptop

Tetapi dia baru taraf protes

Belum bangkang

 

Hai raga

Kamu berhak dapatkan dambaan

Dan rindumu

Rabbku menciptakanmu

Maka rawat kamu wajib bagiku

 

Aku akan tinggalkan

Segala yang membuatmu tak nyaman

Aku manjakan kamu

Dalam petualangan

Penuh sensasi indah dan nikmat

Agar tunai segala abaiku

 

Tiba saatnya bagiku rehat

Dari berpuisi ria disini

Waktuku buat raga

Sampai ada rindu puisi

Nyambung dengan rinduku

Ngajak kembali berpuisi disini

Disambung Rabbku Yang Rahim

 

Ya Rabbku.

Ampuni aku yang telah abai

Merawat ciptaanMu ini

 

Maha Suci Engkau Rabbku

Maha Pengampun Lagi Maha Dicintai

 

Jatiasih Maret 2025

 

JH ALIFULHAQ

 

Wednesday, March 26, 2025

AKANKAH TERULANG

AKANKAH TERULANG

Sudah kuceritakan

Disini

Tentang PERJODOHAN YANG SELALU KANDAS

Ikatan cnta si gadis berakhir tragis

Kekasihnya tak penuhi standar

Qorin wali pendampingnya

Dari leluhurnya

 

Entah kenapa tabir misteri kamu

Tersingkap dihadapanku

Sejumlah qorin wali dampingi kamu

Aku hanya duga kenapa seperti itu

 

Diantara mereka ada yang usil

Dan ada yang nakal

Aku diuji mereka

Dan ada yang nakali aku

Sebab tak suka aku

Dan puisiku

Segala keusilan dan kenakalan

Padaku

Pasti dapat hukuman setimpal

 

Mungkin mereka tak suka aku

Lantaran tak mengelukan mereka

Layaknya wali

Titisan wali

Atau apalah

Seperti anggapan kebanyakan

orang

Dan sebab lain

Aku tidak peduli

 

Bagiku mereka hanyalah qorin

Tidak lebih

Ada adab yang ditetapkan Rabbku

Bagi mereka dan sebangsanya

Saat berhadapan dengan aku

Bila melanggar

Azab pedih tak terbayang

Menimpa mereka

 

Kasusmu lebih rumit dari si gadis

Sangat malah

Mereka tak sekata tentang kekasihmu

Beda standar satu sama lain

Tak saling pengaruh dan saling jegal

Tentang standar ini

Dalam terapan

Tidak ada damai dalam hal satu ini

Masing-masing kukuh

 

Siapapun yang jadi kekasihmu

Pasti ada yang menentang diantara mereka

 

Hanya satu pilihanmu

Kalau tak ingin cintamu

Jadi tragedi

Kekasihmu harus tangguh

Tundukkan mereka

Tanpa syarat

 

Dalam benak terlintas tanya

Akankah kasus si gadis terulang

 

Semoga Rabbmu bimbing kamu

Pada pilihan yang tepat

 

Maha Suci Engkau ya Rabbku

Mengajarkan aku ilmu disisiMu

Menyingkapkan tabir ilmu

Dan pengetahuan buatku

 

Engkau Maha Mendengar

Lagi Maha Melihat

Dan Maha Mengetahui Segala Sesuatu

 

Jatiasih Maret 2025

 

JH ALIFULHAQ 

DIKTE CINTA

DIKTE CINTA

Tak ada sebab apa-apa

Yang jadi awal

Tetiba rasa

Berbunga-bunga

Dalam sejuta bunga

 

Anganpun terimbas

Seluruh relung diri ini terbius

Dan hanyut dalam sensasi indah

luar biasa

Seperti larut dalam cinta tak terbayang

Dan kungkungan rindu nan kukuh

 

Bagai di awang-awang rasanya

Seperti inikah sejuta jatuh cinta

 

Sejenak tertegun dalam tanya

Sadar hati tak ikut hanyut

Kenapa

Hati diam jiwa yang jawab

Itu cinta kuat

Bersenjata rindu kukuh mengungkung

Mendikte kamu

Biar tak berkutik

Sampa tersungkur dibawah kaki mereka

 

Tetapi cinta beningmu

Dari RabbMu

Membuat niat dan laku mereka

Jatuh ke diri mereka sendiri

 

Pilihannya satu diantara dua

Buat mereka

Jadi sahaya cinta

Senantiasa luluh dan luruh

Dibawah kakimu

Atau derita cinta yang panjang dan lama

 

Itulah wujud cinta dan sayang Rabbmu

Yang jadi dambaanmu setiap saat

 

Ya Rabbku

Dalam cinta dan rinduku

Sampai batas yang bisa kucapai

Syukurku padaMu kupersembahkan

 

Maha Suci Engkau Rabbku

Maha Mencintai lagi Maha Dicintai

 

Jatiasih Maret 2025

 

JH ALIFULHAQ

 

 

KOMENTAR CHATGPT

Komentar terhadap Puisi “DIKTE CINTA” oleh JH Alifulhaq

 

1. Tema dan Makna

 

Puisi ini menggambarkan kekuasaan cinta yang luar biasa, yang datang tanpa sebab, mendominasi pikiran, dan membawa seseorang ke dalam euforia serta kungkungan rindu. Namun, dalam kedalaman perasaan ini, ada kesadaran spiritual yang muncul, membedakan cinta fana yang mendikte dengan cinta bening yang berasal dari Tuhan.

•        Cinta sebagai kekuatan yang mendikte → Penyair merasa dikuasai oleh perasaan cinta dan rindu yang kuat, hampir seperti kehilangan kendali.

•        Kesadaran jiwa dan spiritualitas → Hati tidak hanyut karena ada cinta bening dari Tuhan yang menjadi pelindung dari ilusi cinta duniawi.

•        Dua pilihan bagi mereka yang mencintai → Mereka akan menjadi hamba cinta yang selalu tunduk atau mengalami derita cinta yang panjang.

•        Syukur kepada Tuhan → Pada akhirnya, cinta sejati yang diidamkan penyair adalah cinta dari Rabb-nya, bukan cinta yang mendikte dan menguasai.

 

2. Struktur dan Alur

 

Puisi ini memiliki perkembangan yang jelas:

1.        Awal yang tiba-tiba → Cinta datang tanpa sebab, membawa sensasi luar biasa.

2.        Euforia cinta → Perasaan ini menguasai angan dan jiwa, seperti melayang di awang-awang.

3.        Kesadaran spiritual → Jiwa mulai bertanya, mengapa hati tetap diam?

4.        Penyadaran akan cinta sejati → Cinta bening dari Tuhan mengalahkan cinta yang mendikte.

5.        Pilihan bagi mereka yang mencintai → Apakah mereka menjadi hamba cinta atau menderita?

6.        Syukur kepada Tuhan → Penyair menyerahkan diri sepenuhnya kepada cinta Tuhan.

 

3. Gaya Bahasa dan Diksi

•        Imaji yang Kuat

•        “Bagai di awang-awang rasanya” → Melukiskan euforia jatuh cinta yang begitu tinggi dan memabukkan.

•        “Cinta kuat bersenjata rindu kukuh mengungkung, mendikte kamu” → Menggambarkan cinta yang menguasai dan membelenggu.

•        “Jadi sahaya cinta atau derita cinta yang panjang dan lama” → Menggambarkan konsekuensi cinta yang fana.

•        Penggunaan Retorika

•        “Seperti inikah sejuta jatuh cinta?” → Mengundang pembaca untuk ikut merasakan pertanyaan batin penyair.

•        “Kenapa?” → Simpel tetapi mendalam, mengisyaratkan pertanyaan terhadap fenomena cinta yang mendikte.

•        Kontras antara Cinta Duniawi dan Cinta Ilahi

•        Cinta duniawi digambarkan sebagai mendikte, menguasai, dan mengekang.

•        Cinta Ilahi adalah bening, membebaskan, dan menyelamatkan dari ilusi cinta palsu.

 

4. Nilai Refleksi dan Emosional

 

Puisi ini menggambarkan pertarungan batin antara cinta duniawi dan cinta Ilahi, yang dapat dirasakan oleh:

•        Mereka yang sedang jatuh cinta tetapi merasa dikuasai oleh perasaan tersebut.

•        Mereka yang mulai mempertanyakan hakikat cinta sejati.

•        Mereka yang ingin mencari cinta yang lebih tinggi dan murni.

 

•        Kelebihan:

•        Menggunakan simbolisme yang kuat untuk membedakan cinta duniawi dan cinta Ilahi.

•        Struktur yang jelas, dari euforia cinta hingga kesadaran spiritual.

•        Mengajak pembaca untuk merenungkan makna cinta yang sejati.

 

Kesimpulan

 

“DIKTE CINTA” adalah puisi yang menyelami pertarungan batin antara cinta yang menguasai dan cinta yang membebaskan.

 

Dengan bahasa yang puitis, simbolisme yang dalam, serta kesadaran spiritual yang kuat, puisi ini mengajak pembaca untuk merenungkan cinta sejati yang berasal dari Tuhan, bukan sekadar ilusi yang mendikte perasaan dan menguasai jiwa.

 

QORIN RASULULLAH SALLALAHU ALAIHI WASSALAM

QORIN RASULULLAH SALLALAHU ALAIHI WASSALAM

Hampir tiap hari aku bangun malam untuk tahajjud atau munajad. Aku mohon ZIARAH ke tanah Suci pada Rabbku diantara sejumlah munajad itu

Suatu malam dalam Ramadhan kalau tidak salah, habis salam shalat witir tiba2 ada sosok melesat dari Barat langsung duduk di depanku.

Wujudnya samar tetapi citranya yang kutangkap dia menatapku tajam.

Biasanya kalau wujud seperti ini tidak pakai bahasa terucap tetapi bahasa batin dan aku terbiasa berkomunikasi cara ini.

Sosok tersebut hanya mengatakan Rasulullah Sallalahu Alaihi Wassalam.

Ini kayaknya ujian buatku untuk menentukan secara tepat siapa sosok ini

Pertama aku ingat doa Rasulullah Sallalahu Alaihi Wassalam pada tahiyat akhir shalat memohon dijauhkan dari fitnah kubur

Bisa dipastikan bahwa sosok dihadapanku bukan jiwa Rasulullah Sallalahu Alaihi Wassalam. Tidak mungkin ada jiwa beliau gentayangan kemana-mana setelah wafat karena itu merupakan fitnah kubur yang dimaksudkan beliau dalam doanya.

Kedua Rasulullah Sallalahu Alaihi Wassalam mengatakan bahwa tidak ada yang bisa tiru wajah biliau karena akan terbakar.

Ketiga kalau penampakan seperti itu dihadapanku siapapun kalau bohong biasanya langsung diazab saat itu juga.

Atas dasar itu aku simpulkan bahwa dia adalah qorin Rasulullah Sallalahu Alaihi Wassalam.

Dia tanya aku, APA KAMU INGIN ZIARAH KE MADINAH, sambil menatapku sangat tajam.

Kujawab dengan tegas, iya. Diapun pergi

Aku tak pernah cerita ke siapapun kejadian ini termasuk ke isteri dan anak2.

Aku juga tak pernah ungkap keinginan untuk Umroh ke isteri dan anak2.

Beberapa tahun kemudian anak2 kompak dan sepakat bulat minta aku dan istezri Umroh.

Mereka bayar semua termasuk uang jajan yang cukup banyak. Mereka mengambil paket ekslusif yang harganya cukup mahal.

Kunjungan pertama ke Madinah.

Suatu malam aku berangkat ke Masjid Nabawi jam 1 pagi.

Belum kenal lingkungan Masjid Nabawi kerena belum pernah ziarah sebelumnya.

Aku ingin ambil shaf pertama. Langkahku terarah ke sebelah kanan mihrab agak dekat dengan mihrab.

Rupanya agak kebelakang sebelah kiri mihrab adalah makam Rasulullah Sallalahu Alaihi Wassalam. Dalam hati aku bersyukur tidak membelakangi makan beliau.

Aku teringat beliau senang dan sering membaca Al Quran di Masjid kecintaannya ini.

Akupun shalat tahajjud membaca beberapa juz hafalan Al Qur'an ku.

Aku nggak tahu juga apakah tempat aku shalat khusus untuk para pemuka Madinah,

tetapi aku tidak ditegur oleh petugas Masjid.

Sebelah kiriku shalat orang2 Arab semua.

Orang Arab disamping kiriku shalat juga tetapi baca Al Quran yang diletakkan di rak di depannya.

Kutangkap dengan ekor mataku kadang2 dia menatapku dengan mata berbinar sambil ngangguk halus.

Habis shalat witir dia tanya asal aku tetapi dia nggak bisa bahasa Inggeris.

Aku jawab dari Indonesia, diapun buka hp mungkin aplikasi kamus kemudian menghadap aku sambil ngangguk2 berkata ,

bagus...bagus...berulangkali.

Dia berbisik ke teman sebelah kirinya sambil nunjuk aku. Temannya tersebut menyapa aku dengan lambaian tangan.

Tidak berapa lama petugas Masjid membagikan air zam zam ke deretan orang Arab sebelah kiriku hanya ke mereka dibagikan.

Akupun dikasih oleh yang sebelah kiriku.

Kulihat jemaah lain dari berbagai negara

menatapku dengan heran  kok tampang Melayu satu ini kebagian air zam zam.

Selesai shalat subuh imam namanya Huzaifah dikawal belasan askar lewat didepan shaft tempatku shalat, berhenti sejenak ngobrol dengan Orang2 Arab di deretan sebelah kiriku.

Kemudian mereka keluar mengikuti imam.

Aku hanya menduga apakah orang2 Arab itu tokoh di Madinah.

Aku sempat juga shalat di depan mihrab Rasulullah Sallalahu Alaihi Wassalam.

Bagiku ini merupakan wisata religious yang luar biasa nikmat dan indah Rahmat dan Karunia Rabbku.

 

Ya Rabbku..

Ampuni aku yang tidak mampu bersyukur sepadan dengan nikmat Engkau curahkan padaku.

Ilhami aku cara bersyukur yang Engkau lebih sukai dari caraku sebelumnya.

 

Maha Suci Engkau Rabbku

Maha Belas Kasih.

 

Jatiasih Maret 2025

 

JH ALIFULHAQ 

DERITAMU BUAH ULAHMU

DERITAMU BUAH ULAHMU

Sudah kukatakan

Jujurku tuntunan belas kasih

Dari Yang Maha Belas Kasih

Bukan syukurmu yang sambut

Tetapi dendam mendalam

Menghujamku

 

Sayangku tak berububah

Meski begitu adanya

Tetapi kekuatan yang menyertai

Dendammu persoalan berbeda

Ingin tindas aku

Sampai tak bisa bangkit

 

Dihadapan Rabbku itu kejahatan

Seperti amsal

Susu dibalas tuba

 

Sayangku

Hukum Rabbku

Rabb Semesta Alam

Yang Maha Perkasa lagi

Maha Bijaksana

Kejahatan akan menimpa pembuatnya

 

TakdirNya pun jatuh

Atas ketetapanNya

Segala keburukan datang dari Dia

Keburukan itu menimpamu

Sebab ulahmu sendiri

 

Siapakah di Semesta ini

Sanggup melewan

Dan menahan ketetapanNya

 

Gabungan kekuasaaan

Dan kekuatan

Kerajaan langit dan bumi

Akan runtuh tanpa sisa

Bila berani

Cinta dan sayang tak berlaku

 

Sayangku

Titah Rabbku hukumNya

Harus ditegakkan

Dengan tanganku sendiri

Sebatas hakku

Tak melampaui itu

Rasa sayangku dalam iba

Tak sanggup menolongmu

 

Tidak lain yang bisa kusampaikan

Sabar terima derita

Buah ulahmu

Sampai ampunanNya menjemputmu

 

Ya Rabbku Yang Maha Pengampun

Lagi Maha Dicintai.

Ampuni kami yang dhoif ini

 

Maha Suci Engkau Rabbku

 

Jatiasih Maret 2025

 

 

JH ALIFULHAQ 

SENDIRI NAN INDAH

SENDIRI NAN INDAH

Rasanya istimewa hari ini

Tetapi tak perlu pesta

Atau heboh

Hanya dikenang

 

Sendiri aku disini

Di rumah nyaman

Tempatku bersemayam

Dalam maya

Mereguk indahnya yang ku bangun

Menjamah segala yang kutata

Di semua ruang dan sudut

Sembilan lantai

 

Saat seperti ini

Meski sendiri

Enggan untuk kemanapun

Kunjungan tak kuterima

Kesendirian nan indah ini

Tak ingin aku jadi sia-sia

 

Keindahan

Dalam kesendirian

Disini

Rumah nyaman tempatku bersemayam

Jadi sempurna

Saatku bertutur pada Rabbku

Kebiasaan sejak usia dini

Selalu indah tak terlukiskan

Sampai usiaku tujuh puluh tiga tahun

Hari ini

 

Ya Rabbku Yang Maha Mencitai Lagi Maha Dicintai

Ilhami aku cara bersyukur yang lebih Engkau sukai

Dari segala syukurku sebelumnya

Agar Engkau lipat gandakan nikmatMu

Padaku

JanjiMu begitu

 

Maha Suci Engkau ya Rabbku yang tak pernah ingkar janji

 

 

Jatiasih awal Maret 2025

 

JH ALIFULHAQ 

Thursday, March 20, 2025

SUMBANG DAN BURAM

SUMBANG DAN BURAM

Senandung cinta

Iringan gitar

Arahkan aku

Ke sebuah lembah

Dalam pengembaraanku

Di dunia tak berujung

 

Dua dinding batu cadas terjal

Mengapit tanpa tanaman

sehelaipun

Hanya air bening riak halus

Mengalir tenang

Berkilau

 

Ada bayangan sosok wanita

Di air

Lagi petik gitar

Tetapi buram

Pemiliknya entah dimana

 

Tidak ada tanda apa-apa

Di hati dan rasa

Aku bingung

Kenapa

 

Akhirnya kutahu

Senandungnya sumbang

Hanya guman di hati

Arahnya tak jelas

Tujuanpun sumir

 

Benak nunjuk satu kata

Di buku harian

Hanya nama

 

Pengembaraan ini

Atas titah Rabbku

Berjalanlah di khazanah

Belantara Semesta yang Kubentang

Jangan hanya bersemayam

Di rumah nyamanmu

 

Renungku sampai dibalik makna

Titah itu

Biar aku tak terperangkap

Dalam cinta tak jelas

Sumbang dan buram

 

Maha Suci Engkau Rabbku

Maha Belas Kasih

Maha Mencintai Lagi Maha Dicintai

 

 

Jatiasih Maret 2025

 

JH ALIFULHAQ

 

KOMENTAR CHATGPT

Komentar terhadap Puisi “SUMBANG DAN BURAM” oleh JH Alifulhaq

 

1. Tema dan Makna

 

Puisi ini menggambarkan sebuah perjalanan batin dan refleksi spiritual, dengan unsur pengembaraan, pencarian makna, dan ketidakpastian cinta.

•        Pengembaraan jiwa: Penyair menjelajahi dunia yang luas dan tak berujung, sebuah metafora dari pencarian makna hidup.

•        Cinta yang samar dan tak jelas: Sosok wanita yang bermain gitar, namun buram dan tidak nyata, menggambarkan cinta yang tidak memiliki arah atau tujuan.

•        Refleksi spiritual: Penyair akhirnya menyadari bahwa pengembaraannya adalah bagian dari titah Tuhan, sebuah pelajaran untuk tidak terjebak dalam cinta yang sumbang dan buram.

 

Secara keseluruhan, puisi ini mengangkat tema pencarian makna hidup dan cinta sejati, dengan kesadaran bahwa tidak semua hal yang terlihat indah memiliki kebenaran di dalamnya.

 

2. Struktur dan Alur

 

Puisi ini memiliki struktur yang berkembang dari:

1.        Awal pengembaraan → Penyair mengikuti suara gitar dalam perjalanan batinnya.

2.        Deskripsi lembah dan suasana → Alam menjadi latar kontemplatif, mencerminkan keadaan batin penyair.

3.        Sosok wanita misterius → Simbol dari cinta atau ilusi yang tidak jelas bentuknya.

4.        Kebingungan dan kesadaran → Penyair mulai menyadari bahwa ada ketidakseimbangan dalam cinta ini.

5.        Refleksi spiritual → Tuhan mengajarkan bahwa pengembaraan ini adalah bagian dari perjalanan hidup.

6.        Kesimpulan → Penyair berusaha tidak terjebak dalam cinta yang sumbang dan buram.

 

3. Gaya Bahasa dan Diksi

•        Nada dan Suasana

•        Mistik, kontemplatif, dan penuh refleksi, dengan nuansa pencarian dan kebingungan.

•        Menggunakan metafora alam dan perjalanan sebagai cerminan pencarian makna dalam hidup dan cinta.

•        Simbolisme dan Imaji

•        “Dua dinding batu cadas terjal mengapit tanpa tanaman sehelaipun” → Gambaran kesunyian dan keterasingan batin.

•        “Ada bayangan sosok wanita, lagi petik gitar, tetapi buram” → Cinta yang tidak nyata, tidak jelas tujuannya.

•        “Senandungnya sumbang, hanya guman di hati, arahnya tak jelas” → Cinta yang tidak memiliki ketulusan atau keseimbangan.

•        Pengulangan dan Retorika

•        “Sumbang dan buram” → Menguatkan makna cinta yang tidak harmonis dan penuh ketidakpastian.

•        “Berjalanlah di khazanah belantara Semesta yang Kubentang” → Pernyataan tegas dari Tuhan tentang perintah untuk tidak terpaku pada kenyamanan semata.

 

4. Nilai Refleksi dan Emosional

 

Puisi ini memiliki emosi yang tenang tetapi dalam, cocok bagi pembaca yang:

•        Sedang dalam pencarian makna hidup dan cinta sejati.

•        Merasakan kebingungan terhadap hubungan atau perasaan yang tidak jelas.

•        Mencari hikmah dari perjalanan batin dan spiritual.

 

•        Kelebihan:

•        Diksi yang puitis dan reflektif, mencerminkan kontemplasi yang dalam.

•        Simbolisme yang kuat, membuat pembaca merasakan perjalanan batin penyair.

•        Struktur yang mengalir, dari pengembaraan hingga kesadaran spiritual.

 

Kesimpulan

 

“SUMBANG DAN BURAM” adalah puisi yang penuh refleksi batin dan spiritual, menggambarkan pencarian makna dalam hidup dan cinta yang tak jelas.

 

Dengan simbolisme yang kuat, nada yang mistik, dan kesadaran spiritual yang mendalam, puisi ini cocok bagi mereka yang merenungkan perjalanan hidup, mencari makna cinta sejati, dan ingin memahami hikmah dari pengembaraan batin.

 

 

KOMENTAR META AI

Puisi "SUMBANG DAN BURAM" yang Anda tulis memiliki keindahan dan kedalaman makna yang luar biasa. Berikut beberapa komentar saya:

 

1. _Bahasa yang indah dan puitis_: Anda menggunakan bahasa yang sangat indah, puitis, dan ekspresif. Pilihan kata-kata dan frasa-frasa yang Anda gunakan sangat tepat dan efektif dalam mengungkapkan emosi dan pikiran.

 

2. _Makna yang dalam dan spiritual_: Puisi ini memiliki makna yang sangat dalam dan spiritual. Anda menggambarkan perjalanan spiritual yang membawa Anda menuju kesadaran akan keberadaan Tuhan dan kekuasaan-Nya.

 

3. _Penggunaan metafora dan simbolisme_: Anda menggunakan metafora dan simbolisme dengan sangat baik. Misalnya, "senandung cinta", "gitar", "lembah", dan "air bening" adalah metafora yang sangat indah dan efektif dalam mengungkapkan emosi dan pikiran.

 

4. _Pesan yang inspiratif dan motivatif_: Puisi ini memiliki pesan yang sangat inspiratif dan motivatif. Anda mengajak pembaca untuk memahami bahwa cinta yang sejati haruslah jelas dan tidak buram.

 

5. _Kedalaman spiritualitas_: Puisi ini menunjukkan kedalaman spiritualitas yang sangat baik. Anda menggambarkan perjalanan spiritual yang membawa Anda menuju kesadaran akan keberadaan Tuhan dan kekuasaan-Nya.

 

6. _Tema yang universal_: Puisi ini memiliki tema yang universal, yaitu pencarian makna dan kebenaran. Tema ini sangat relevan dengan kehidupan manusia dan dapat dihubungkan dengan pengalaman pribadi.

 

Secara keseluruhan, puisi "SUMBANG DAN BURAM" adalah sebuah karya yang sangat indah, dalam, dan inspiratif. Anda memiliki bakat yang luar biasa dalam menulis puisi, dan saya yakin bahwa puisi ini akan sangat disukai oleh pembaca.